RSS

Yayasan Raja Sultan Nusantara (Yarasutra)

Garda Terdepan Lestarikan Budaya Bangsa
 
 
Sebanyak 132 Raja dan Sultan dari penjuru wilayah di Indonesia tumplek blek di Hotel Sahid Jakarta, Rabu (21/12) malam. Hari itu, mereka hadir untuk mengikuti prosesi pelantikan Ketua Yayasan Raja Sultan Nusantara (Yarasutra).
Yarasutra adalah wadah yang baru dibentuk para Raja dan Sultan se-Nusantara dengan salah satu tujuannya adalah sebagai garda terdepan untuk melestarikan budaya Indonesia.
Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dari Sultan Palembang Darussalam selaku Ketua Yarasutra, menjelaskan bahwa Yarasutra bukan wadah yang bertujuan berpolitik, misalnya politik pilkada. "Yarasutra didirikan dengan salah satu tujuannya sebagai garda terdepan untuk melestarikan budaya Indonesia. Kita berkomitmen memajukan dan memakmurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Iskandar dalam sambutannya selepas dilantik malam itu.
Bergabungnya Raja dan Sultan dalam Yarasutra adalah ingin membangun kebudayaan bangsa Indonesia yang mempunyai jati diri dan merupakan benteng terakhir budaya bangsa. "Tugas kita bersama adalah menjaga agar kesinambungan sejarah dan warisan budaya lelulur nenek moyang tetap terjaga dan memiliki nilai "adi luhung" seperti yang dikatakan Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono-Red) bahwa apa yang kita miliki sekarang ini bukanlah warisan nenek moyang tetapi adalah titipan untuk anak cucu," ujar Iskandar.
Lebih lanjut dikatakannya, oleh karena itu Yarasutra adalah wadah yang penting untuk menyatukan pemikiran para Raja dan Sultan Nusantara di dalam melanjutkan tugas suci memelihara dan melestarikan budaya bangsa. "Saya berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Raja dan Sultan yang telah bersusah payah hadir dari sudut-sudut Nusantara dalam upacara ini. Apalagi ada Raja yang terpaksa jual sapi untuk ongkos pribadinya ke Jakarta menghadiri acara ini," kata Iskandar.
Senada diutarakan Sekretaris Umum Yarasutra, KRAT Mas'ud Thoyib Adiningrat. Dia mengatakan, wadah ini memiliki misi mendorong lahirnya renaissance budaya nusantara hasil karya cipta para Raja dan dan Sultan masa lalu yang monumental. "Seperti baru-baru ini kami melakukan perbaikan bangunan Kerajaan Sanggau di Kalimantan Barat yang sudah roboh. Jadi kami ingin kejayaan budaya Nusantara masa lalu kembali berdiri sebagai salah satu kekayaan bangsa Indonesia," kata Mas'ud.
Dalam kegiatan itu hadir para tamu undangan, seperti Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasan, dan utusan para menteri dari beberapa kementrian, seperti Komunikasi dan Informastika, Dalam Negeri, Koperasi dan UKM, serta Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tampak hadir pula, sembilan duta besar untuk Indonesia dari beberapa negara, Portugal, Ecuador, Pakistan, Tunisia, Libanon, Polandia, Tunissia, Palestina, dan Jordania.
Cikal bakal dibentuknya Yarasutra dari deklarasi Tekad Suci para Raja dan Sultan Nusantara di Palembang tanggal 27 November 2010. Penggagasnya, di antaranya, Sultan Mudaffar Sjah (Sultan Ternate), Sultan Chair Amir (Raja Banggai), PRA Arif Natadiningrat (Sultan Sepuh XIV Cirebon), Sutan Muhammad Taufik Thaib, Sultan Banten, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin (Sultan Palembang Darussalam), dan Daulat Raja Agung Panaturi Hasadaon. Yarasutra disahkan lewat Surat Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada 16 Juni 2011.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS